Pada era zaman globalisasi ini, tentunya kita tidak asing dengan sebutan dunia maya. Dunia maya ini tentunya memberikan dampak positif dan negatif bagi diri kita. Sekilas nampaknya dunia maya bisa dikatakan suatu pengaruh atau dampak yang tidak bisa kita hindari.
Zaman sudah berubah menjadi zaman modern dan semua hal pun menjadi lebih mudah dan lebih cepat untuk dicari dan didapatkan. Salah satu alat medianya adalah Internet atau yang biasa kita kenal yaitu dunia maya. Disana kita bisa bertukar pikiran, berdiskusi, ataupun mencari informasi. Tetapi dengan menggilai hal tersebut, kita bisa saja melupakan kodrat kita sebagai makhluk sosial yang seharusnya hidup bermasyarakat, memang hal yang tidak dapat kita pungkiri bahwa dengan internet ataupun dunia maya, kita dapat berinteraksi dengan individu yang lain, tetapi yang perlu kita ketahui adalah tidak selamanya kita berhadapan dengan benda mati.
Berinteraksi dengan sesama manusia itu sangat perlu kita lakukan sebagaimana layaknya kita sebagai makhluk sosial, dan yang perlu kita ingat adalah kita ini manusia bukan robot yang tidak memerlukan interaksi dengan sekitar kita. Bukannya kita tidak boleh berinteraksi melalui dunia maya, tetapi kita juga harus mengurangi dari segi kuantitas dan jangan sampai kita terhipnotis oleh dunia maya atau internet tersebut. Anggaplah internet atau dunia maya itu sebagai pelengkap atau tempat pencari ilmu, dan janganlah menganggap dunia maya tersebut sebagai sumber dari segalanya ataupun teman terbaik kita, karena teman terbaik kita adalah teman yang berada di sekitar kita yang mau diajak untuk susah maupun senang bersama.
Perlu diingat kembali apabila kita tidak bisa membatasi diri kita untuk berinteraksi dengan dunia maya, berarti kita telah membatasi diri kita untuk berinteraksi dengan dunia nyata kita
Tulisan ini mungkin bisa menjadi referensi untuk saya juga kalian yang memasuki dunia masyarakat, perusahaan dan kehidupan sosial yang lebih luas, " Six Pillars of Charakter" disusun oleh Josepshon Institute of ethics, yaitu enam karakter yang mencerminkan perilaku etis : Dapat Dipercaya, untuk menjadi seorang yang dipercaya kita tidak saja harus bersikap jujur dalam segala aktivitas, namun menjunjung tinggi janji yang telah dibuat dan memiliki integritas untuk menjaganya. Hormat, sikap hormat ini bukan hanya kepada atasan, orang yang lebih tua, namun pada semua orang. Menghormati adalah bentuk menghargai oranglain, baik privasi dan menerima perbedaaan. Termasuk juga menjaga harga diri dan penuh toleransi. Bertanggung Jawab, Sangat tidak etis bila diberikan suatu tanggung jawab kepada kita namun ketika tanggung jawab itu tidak mampu kita laksanakan, kita malah mengkambing hitamkan sesorang. Orang yang etis dia bertanggungjawab dan akuntabel. Begitupun ketika tugas dilim...


Komentar