Langsung ke konten utama

Terlalu Memaksa

Perasaan itu selalu berubah, seiring dengan bergulirnya waktu. Perasaan itu muncul dengan sendirinya, menetap bahkan mencari selah-selah untuk menanam dirinya dalam relung hati yang jauh kedalam jiwa. Perasaan itu seperti Air, mengalir dari tempat tinggi menuju yang rendah, melalui jalur pori-pori, lubang yang besar, bahkan jalur  tak kasat mata. 

Ia bisa menjadi virus sakit, namun bisa menjadi energi yang terus memancarkan kekuatan, memberikan nyawa bagi siapa saja yang menikmatinya, berkembang, bertumbuh bahkan menjadi sebuah simponi rasa. 

Perasaan bahagia itu muncul ketika kamu merasakan keguncangan, karena tragedi besar dalam hidup. Asam kehidupan itulah rasa. Ayah ibu, mungkin bisa menjadi energi seseorang, mereka bisa menceritakan betapa sulitnya menjalani kerasnya hidup, bejuang demi tanggung jawab, demi melihat tulang anaknya menjadi keras, hingga berkembang kecerdasannya. Mereka jalani dengan rasa bahagia, meski rintangan harus dilewati karena anak menjadi energi itu. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Six Pillars of Charakter [Karakter yang Beretika]

Tulisan ini mungkin bisa menjadi referensi untuk saya juga kalian yang memasuki dunia masyarakat, perusahaan dan kehidupan sosial yang lebih luas, " Six Pillars of Charakter" disusun oleh Josepshon Institute of ethics, yaitu enam karakter yang mencerminkan perilaku etis : Dapat Dipercaya, untuk menjadi seorang yang dipercaya kita tidak saja harus bersikap jujur dalam segala aktivitas, namun menjunjung tinggi janji yang telah dibuat dan memiliki integritas untuk menjaganya. Hormat, sikap hormat ini bukan hanya kepada atasan, orang yang lebih tua, namun pada semua orang. Menghormati adalah bentuk menghargai oranglain, baik privasi dan menerima perbedaaan. Termasuk juga menjaga harga diri dan penuh toleransi. Bertanggung Jawab, Sangat tidak etis bila diberikan suatu tanggung jawab kepada kita namun ketika tanggung jawab itu tidak mampu kita laksanakan, kita malah mengkambing hitamkan sesorang. Orang yang etis dia bertanggungjawab dan akuntabel. Begitupun ketika tugas dilim...
Sejarah Perkembangan Prosesor PERKEMBANGAN PROCESSOR DARI GENERASI KE GENERASI PC didesain berdasar generasi-generasi CPU yang berbeda. Intel bukan satu-satunya perusahaan yang membuat CPU, meskipun yang menjadi pelopor diantara yang lain. Pada tiap generasi yang mendominasi adalah chip-chip Intel, tetapi pada generasi kelima terdapat beberapa pilihan selain chip Intel. GENERASI 1 ( Processor 8088 dan 8086) Processor 8086 (1978) merupakan CPU 16 bit pertama Intel yang menggunakan bus sistem 16 bit. Tetapi perangkat keras 16 bit seperti motherboard saat itu terlalu mahal, dimana komputer mikro 8 bit merupakan standart. Pada 1979 Intel merancang ulang CPU sehingga sesuai dengan perangkat keras 8 bit yang ada. PC pertama (1981) mempunyai CPU 8088 ini. 8088 merupakan CPU 16 bit, tetapi hanya secara internal. Lebar bus data eksternal hanya 8 bit yang memberi kompatibelan dengan perangkat keras yang ada. Sesungguhnya 8088 merupakan CPU 16/8 bit. Secara logika prose...

CARA MEMBENTUK SUATU KARAKTER PADA TERHADAP DIRI KITA

Hal yang pertama di perlukan untuk membentuk suatu karakter adlah bagaimana kita mengatur dan meminutes segala permasalahan yang terjadi pada diri kita .Cara -cara yang di perlukan untuk membentuk suatu karakter adalah sebagai berikut : -lakukan suatu kegiatan yang amat kita harapkan dalam diri kita secara kontinew. -kegiatan yang amat kita harapkan itu dilakukan berturut-turut dalam 40 hari.  -dan jangan sekali-kali meninggal kan kegiatan tersebut,meskipun dalam situai tertentu. berikut contoh seseorang yang berhasil mengubah karakter hidup nya dari yang tidak baik jadi meningkat kebaikannya . Orang ini bernama fandi,dia bersekola di salah satu perguruan tinggi terbaik di lampung.dia merupakan siswa yang terkenal keburukan nya dari pada kebaikan nya. pada suatu hari perguruan tinggi ingin merekrut siswa TELADAN DAN SISWA TERBAIK SE PROPINSI LAMPUNG  untuk dikirim ke JEPANG dan bekerja di sana .Setelah mendengar berita tersebut dia berfikir sejenak dan dengan mulut komat kam...