Langsung ke konten utama

Berharap jadi yang pertama, Kedua ngak papalah

Kenapa lagi lagi dengan bapak,, inilah terjadi diorang yang kedua dalam sesi senyuman hari ini. inilah HERLINA JUNIATI LIMBONG seorang wanita paruh baya yang dilahirkan di bawah kolong jembatan kali ciliwung,,ngak ya ntar orangnya marah lagi.. wanita ini,, jangn pake wanitalah kayanya tua banget. limbong itulah sebutan yang sering gua pake untuk manggil nama cewek satu ini.
dia ni anak yang kurang lebih 4 tahun bareng dari smp kelas tiga sampe sekarang kelas tiga smk,, jadi gerak gerik ya da ngertilah,, jadi orang peka itu emang susah tapi itu selalu dia coba,, menjadi salah seorang yang dewasa itu emang ngak semudah yang kita bayangkan,, terkadang masalah itu sebenarnya mudah sekali diselesaikan tapi ngak tau kenapa temen temen gua tu susah banget nemuin soslusi,, ntah karna masih labil atau ABABIL(abg labil) yaitulah perkataan cewek berdarah batak dan lampung ini,, rumah nya yang dibakau memang buat nie cewek harus ekstra meskipun ngak ekstra amat sih,, untuk brangkat kesekolah.. apalagi kalo da liat bapak gua yang pagi masih senyum eh pulangnya marah marah..
ya inilah herlina yang senang sekali jika melihan senyuman bahagia dari seorang bapak yang bisa dibilang berkarakter keras.. pernah ada cerita jadi ni anak ngambeklah (bahasa paan ni) pokoknya itulah.. trus kabur kace kace,, (apalagi ni kata) padahal cuman maen dirumah sebelah yang jaraknya cuman plus minus(karna bingung nyari karakter) 10 meter dari rumahnya.. ampe semaleman dicariin kagak ketemu,, ni anak malah senyam senyum,, cekakak cekikik.. hahha..
emang nia cewek kerjain bapaknya..
"senyuman terindah yang bikin gua bahagia itu senyuman dari bapak gua" menutup perbincangan siang itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Anda Komit?

Harus Punya Comitment           K ita semua memiliki 24 jam dalam sehari dan setiap menit kita keluarkan tujuan kita, adalah satu menit kurang kita harus menghabiskan di daerah lain kehidupan kita. Kadang-kadang kita perlu membiarkan tujuan dan komitmen pergi. Pelajari rumus Bo untuk memutuskan apakah akan membuat komitmen atau tidak. Bagaimana jika Anda ditawari posisi penjilat asbak kepala perusahaan. Pekerjaan Anda, jika Anda memilih untuk menerimanya, akan terdiri dari menjilat asbak kotor bersihkan sepanjang hari. Untuk pekerjaan ini, Anda akan dibayar satu juta dolar untuk bekerja hanya satu hari. Apakah Anda menerimanya?Bagaimana jika Anda akan dibayar sepuluh juta dolar?Sekarang bagaimana jika ada peluang 80% bahwa Anda hanya akan dibayar satu dolar? Bagaimana jika Anda benar-benar menikmati jilatan asbak, akan bahwa apa pun perubahan? Jika Anda berkomitmen diri untuk pekerjaan ini? Komitmen dan ketekunan berjalan sei...

Six Pillars of Charakter [Karakter yang Beretika]

Tulisan ini mungkin bisa menjadi referensi untuk saya juga kalian yang memasuki dunia masyarakat, perusahaan dan kehidupan sosial yang lebih luas, " Six Pillars of Charakter" disusun oleh Josepshon Institute of ethics, yaitu enam karakter yang mencerminkan perilaku etis : Dapat Dipercaya, untuk menjadi seorang yang dipercaya kita tidak saja harus bersikap jujur dalam segala aktivitas, namun menjunjung tinggi janji yang telah dibuat dan memiliki integritas untuk menjaganya. Hormat, sikap hormat ini bukan hanya kepada atasan, orang yang lebih tua, namun pada semua orang. Menghormati adalah bentuk menghargai oranglain, baik privasi dan menerima perbedaaan. Termasuk juga menjaga harga diri dan penuh toleransi. Bertanggung Jawab, Sangat tidak etis bila diberikan suatu tanggung jawab kepada kita namun ketika tanggung jawab itu tidak mampu kita laksanakan, kita malah mengkambing hitamkan sesorang. Orang yang etis dia bertanggungjawab dan akuntabel. Begitupun ketika tugas dilim...

Beras Dewi Sri (Dewi Beras Kepercayaan Dulu)

Konsumsi beras bagi saya  menjadi suatu keharusan. Entah karena kebiasaan sedari kecil,  orang tua yang juga mengkonsumsinya, atau perut orang indonesia merasa tidak kenyang jika tidak makan nasi.  Alhamdulillahnya hingga saat ini, beras masih terjual bebas dan juga menjadi kesukaan orang Indonesia, meskipun ada beberapa orang borjuis yang sudah menggantinya dengan roti, atau buah demi menjaga kesehatan mereka yang rentan terserang penyakit kebanyakan karbo.  Beras,, juga menjadi makanan pokok orang jepang. Orang jepang mengolah nasi cukup baik dengan menggabungkannya dengan daging ikan, sayuran, rumput laut bahkan telur salmon. Menjadi salah satu keinginan saya untuk dapat makan nasi khas jepang di negara itu sendiri. Menikmati sakura, menggunakan kimono, tidur dirumah kayu, sepertinya menjadi liburan ekspedisi berburu nasi jepang. Indonesia tidak pernah kalah dengan pengolahan Beras, saya sendiri sudah banyak merasakan begitu banyak kreasi tangan-...