Langsung ke konten utama

Ketika Bandung Menjadi Awal Untuk Bangkit


Tak mampu kupendam rasa ini, inilah arti dari sebuah kekeluargaan diantara insan manusia. Bertemu wajah baru, bertemu kisah,prilaku, khasanah budaya yang berbeda. itulah awal rasa persaudaraan ini tumbuh dan berkembang menjadi lingkaran yang erat dan terkait, juga sukar untuk dilepaskan. menatap kembali photo ini seakan kembali bersiri diantara calon calon para pemimpin masa depan. satu persatu berdiri dengan gagahnya, dengan jubah kehormatannya masing-masing. menggenggam kepalan tangan dengan jempol di acungkan keluar, itulah akangku kang Afif  yang sangat memotifasi untuk jadi pemimpin yang bertanggung jawab, dengan baju merah yang ia kenakan menambah wibawanya muncul kembali. Disebelahnya terdapat orang yang berjiwa pantang menyerah, pantang kembali sebelum berhasil ini memiliki nama Kang Uji (Fauji) semoga kita bertemu di Aukcland Selandia Baru.

Sebelahnya lagi ada Nanang sahabat karib seperjuangan dalam mengejar impian yang kami dambakan ini, Bumu (Nanda) manusia jangkung, putih dengan gaya medok yang menyukai cemilan unik Gula merah yang dilahab bak memakan permen relak*a, sahabatku kau jauh di pulau seberang, pulaunya Orang Utan disana. ada Sapa'at sahabat dekatku yang menjengkelkan namun perhatian, itulah beliau selalu menasihati aku yang menjelma seperti seorang anak ABG labil.

Ada Jamal sahabat ku yang memiliki Visi sama dan orang yang pertama kali ku temui diantara yang lainnya didalam masijid Daarut Tauhid bandung, dengan baju yang sama merah kotak-kotak, orang dibawah ku ini sahabat IT ku, memiliki kejelian dalam musik, suka sekali dengan desain, serta murah senyumnya yang unik, selalu jadi tempat perujungan candaan, itulah beliau yang selalu sabar, tabah menghadapi sahabat-sahabatm, yang jahil bil ABABIL ini. 

Selanjutnya Srikandi Srikandi Hebat saudaraku, berawal dari wanita yang sangat keibuan berdiri dengan gayanya yang khas ya Teteh Wadifah sosok inspirasi yang selalu memiliki cerita -cerita yang menggugah. Adalagi Sunsun dengan Excelnya yang jago dariku, ada Fanny selalu bersemangat untuk berusaha menuju puncak kejayaan yang diinginkan, tanpa berkeluh kesah, pantang menyerah dan berjuang sekuat semampunya. 

Wanita selanjutnya berkerudung Pink ini penuh dengan Historynya, semangat ingin menunjukan bahwa saya bisa dan saya mampu untuk berdiri tegak layaknya petinggi sekarang yang menjabat, berikutnya Rani wanita dari gerlong ini meiliki Khas Sunda yang kental suaranya, dan segala sesuatunya sehingga ia menginginkan untuk masuk di jurusan pendidikan bahasa sunda, srikandi berikut ini memiliki nama Syifa dan Indri sama meiliki tekad yang kuat untuk membangun diri dengan kemampuan yang dimiliki. terakhir disebelanya adalah Kang Yuzar Sosok penyemangat dan yang mampu membimbing dalam meraih mimpi-mimpi kami, ada kang azam, teh Evi, Rizal, Aal dan lainnya. kami semua terjalin dalam sebuah lingkaran indah yang gemerlap dengan kebahagiaan yang kami ukir.

Aku duduk diantara kasur yang diberi sprai Merah dengan logo Red Devil, Ya MU dengan semangat berdoa memohon pada Allah SWT semoga kami semua selalu tergolong orang yang selalu memegang dan menyambung tali silaturahmi dan persaudaraan Ukhwah islamiah. Amiin..

Tanggal 10 Oktober 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Anda Komit?

Harus Punya Comitment           K ita semua memiliki 24 jam dalam sehari dan setiap menit kita keluarkan tujuan kita, adalah satu menit kurang kita harus menghabiskan di daerah lain kehidupan kita. Kadang-kadang kita perlu membiarkan tujuan dan komitmen pergi. Pelajari rumus Bo untuk memutuskan apakah akan membuat komitmen atau tidak. Bagaimana jika Anda ditawari posisi penjilat asbak kepala perusahaan. Pekerjaan Anda, jika Anda memilih untuk menerimanya, akan terdiri dari menjilat asbak kotor bersihkan sepanjang hari. Untuk pekerjaan ini, Anda akan dibayar satu juta dolar untuk bekerja hanya satu hari. Apakah Anda menerimanya?Bagaimana jika Anda akan dibayar sepuluh juta dolar?Sekarang bagaimana jika ada peluang 80% bahwa Anda hanya akan dibayar satu dolar? Bagaimana jika Anda benar-benar menikmati jilatan asbak, akan bahwa apa pun perubahan? Jika Anda berkomitmen diri untuk pekerjaan ini? Komitmen dan ketekunan berjalan sei...

Six Pillars of Charakter [Karakter yang Beretika]

Tulisan ini mungkin bisa menjadi referensi untuk saya juga kalian yang memasuki dunia masyarakat, perusahaan dan kehidupan sosial yang lebih luas, " Six Pillars of Charakter" disusun oleh Josepshon Institute of ethics, yaitu enam karakter yang mencerminkan perilaku etis : Dapat Dipercaya, untuk menjadi seorang yang dipercaya kita tidak saja harus bersikap jujur dalam segala aktivitas, namun menjunjung tinggi janji yang telah dibuat dan memiliki integritas untuk menjaganya. Hormat, sikap hormat ini bukan hanya kepada atasan, orang yang lebih tua, namun pada semua orang. Menghormati adalah bentuk menghargai oranglain, baik privasi dan menerima perbedaaan. Termasuk juga menjaga harga diri dan penuh toleransi. Bertanggung Jawab, Sangat tidak etis bila diberikan suatu tanggung jawab kepada kita namun ketika tanggung jawab itu tidak mampu kita laksanakan, kita malah mengkambing hitamkan sesorang. Orang yang etis dia bertanggungjawab dan akuntabel. Begitupun ketika tugas dilim...

Beras Dewi Sri (Dewi Beras Kepercayaan Dulu)

Konsumsi beras bagi saya  menjadi suatu keharusan. Entah karena kebiasaan sedari kecil,  orang tua yang juga mengkonsumsinya, atau perut orang indonesia merasa tidak kenyang jika tidak makan nasi.  Alhamdulillahnya hingga saat ini, beras masih terjual bebas dan juga menjadi kesukaan orang Indonesia, meskipun ada beberapa orang borjuis yang sudah menggantinya dengan roti, atau buah demi menjaga kesehatan mereka yang rentan terserang penyakit kebanyakan karbo.  Beras,, juga menjadi makanan pokok orang jepang. Orang jepang mengolah nasi cukup baik dengan menggabungkannya dengan daging ikan, sayuran, rumput laut bahkan telur salmon. Menjadi salah satu keinginan saya untuk dapat makan nasi khas jepang di negara itu sendiri. Menikmati sakura, menggunakan kimono, tidur dirumah kayu, sepertinya menjadi liburan ekspedisi berburu nasi jepang. Indonesia tidak pernah kalah dengan pengolahan Beras, saya sendiri sudah banyak merasakan begitu banyak kreasi tangan-...