Langsung ke konten utama

PUJA KESUMA (Putera Jawa Kelahiran Sumatera)


Diskusi menarik malam ini, suasana kantor yang tidak lagi riuh karena aktivitas kerjaan membuat hening, hanya suara lalu lintas kendaraan yang tak pernah berhenti melewati jalur kantor dimana saya bekerja. 
Malam ini ada figur karyawan yang biasa kami panggil akang, bukan berasal dari Suku Sunda, karena sudah terbiasa di bandung untuk mereka yang lebih tua dipanggil dengan sapaan Akang, atau AA.

Bagi beliau, ketika kita memahami ilmu, apapun itu baik dari Glosarium, Buku yang tebal, rumit dan sebagainya, untuk mengecek akan hal itu adalah dengan memberi penjelasan yang mudah dipahami oleh orang lain, menggunakan bahasa kita sendiri. Intinya kita adalah orang yang menyederhanakan sesuatu yang rumit menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami oleh pendengar kita, apakah itu kawan, murid, atau orang yang sengaja/tidak bertanya akan hal itu. Dan ini berlaku tidak hanya untuk mereka yang belajar sains saja namun ilmu humaniora juga dituntut untuk memahami akan hal ini. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Anda Komit?

Harus Punya Comitment           K ita semua memiliki 24 jam dalam sehari dan setiap menit kita keluarkan tujuan kita, adalah satu menit kurang kita harus menghabiskan di daerah lain kehidupan kita. Kadang-kadang kita perlu membiarkan tujuan dan komitmen pergi. Pelajari rumus Bo untuk memutuskan apakah akan membuat komitmen atau tidak. Bagaimana jika Anda ditawari posisi penjilat asbak kepala perusahaan. Pekerjaan Anda, jika Anda memilih untuk menerimanya, akan terdiri dari menjilat asbak kotor bersihkan sepanjang hari. Untuk pekerjaan ini, Anda akan dibayar satu juta dolar untuk bekerja hanya satu hari. Apakah Anda menerimanya?Bagaimana jika Anda akan dibayar sepuluh juta dolar?Sekarang bagaimana jika ada peluang 80% bahwa Anda hanya akan dibayar satu dolar? Bagaimana jika Anda benar-benar menikmati jilatan asbak, akan bahwa apa pun perubahan? Jika Anda berkomitmen diri untuk pekerjaan ini? Komitmen dan ketekunan berjalan sei...

Six Pillars of Charakter [Karakter yang Beretika]

Tulisan ini mungkin bisa menjadi referensi untuk saya juga kalian yang memasuki dunia masyarakat, perusahaan dan kehidupan sosial yang lebih luas, " Six Pillars of Charakter" disusun oleh Josepshon Institute of ethics, yaitu enam karakter yang mencerminkan perilaku etis : Dapat Dipercaya, untuk menjadi seorang yang dipercaya kita tidak saja harus bersikap jujur dalam segala aktivitas, namun menjunjung tinggi janji yang telah dibuat dan memiliki integritas untuk menjaganya. Hormat, sikap hormat ini bukan hanya kepada atasan, orang yang lebih tua, namun pada semua orang. Menghormati adalah bentuk menghargai oranglain, baik privasi dan menerima perbedaaan. Termasuk juga menjaga harga diri dan penuh toleransi. Bertanggung Jawab, Sangat tidak etis bila diberikan suatu tanggung jawab kepada kita namun ketika tanggung jawab itu tidak mampu kita laksanakan, kita malah mengkambing hitamkan sesorang. Orang yang etis dia bertanggungjawab dan akuntabel. Begitupun ketika tugas dilim...

Guru yang Disayangi oleh Siswanya

Mencoba untuk Mejadi Guru yang Disayangi oleh Siswanya.. :) Energik, Demaning, dan Penyesuaian, Punya ketelitian, juga punya etos kerja yang Tinggi.. #Kenangan #PPL-Real #2016 Univ. Pendidikan Ganesha