Langsung ke konten utama

Berjalan dan Konsekuensi

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya kesempatan ini tiba.
kesempatan untuk kembali berkelana, kesempatan untuk menjelajah, memberi arti pada setiap perjalanan. 

1 Agutus 2019, saya merelakan untuk melepaskan. hirukpikuk sebagai seorang Manajemen SDM saya tinggal untuk menjajaki dunia yang sama, lebih pada upgrade diri. Perasaan bersalah tidak pernah muncul, ketika harus kembali berjibaku pada sebuah ketidakpastian.

"Kenapa ditinggal, kan sudah enak, gaji juga sudah lumayan, hidup juga sudah nyaman, apalagi,,?? tinggal nikah aja lo yang belum.." sahut kawan kantor.

"bukan, bukan soal itu yang dicari. berlagak idealisme". sahut dalam hati.
semakin kesini semakin saya sadar bahwa setiap hari kamu akan selalu diberikan pilihan. Pilihan hal sepele dari memilih mau makan dimana, ketemu berteman dengan siapa, bacaan buku apa, siapa saja yang kamu ikuti di sosial mediamu dan sebagainya.

Setiap pilihan itu mengandung konsekuensi. entah apa yang membuat saya sadar akan perihal ini. bisa jadi karena begitu banyak pilihan dan kita memberi kesempatan pada semua pilihan itu muncul pada diri kita. Kembali, individu kita wajib dan menjadi Seorang Penentu, apa yang akan menjadi bagian diri kita. Apa yang menjadi spirit kekuatan nafas  bergerak mencapai sesuatu. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Anda Komit?

Harus Punya Comitment           K ita semua memiliki 24 jam dalam sehari dan setiap menit kita keluarkan tujuan kita, adalah satu menit kurang kita harus menghabiskan di daerah lain kehidupan kita. Kadang-kadang kita perlu membiarkan tujuan dan komitmen pergi. Pelajari rumus Bo untuk memutuskan apakah akan membuat komitmen atau tidak. Bagaimana jika Anda ditawari posisi penjilat asbak kepala perusahaan. Pekerjaan Anda, jika Anda memilih untuk menerimanya, akan terdiri dari menjilat asbak kotor bersihkan sepanjang hari. Untuk pekerjaan ini, Anda akan dibayar satu juta dolar untuk bekerja hanya satu hari. Apakah Anda menerimanya?Bagaimana jika Anda akan dibayar sepuluh juta dolar?Sekarang bagaimana jika ada peluang 80% bahwa Anda hanya akan dibayar satu dolar? Bagaimana jika Anda benar-benar menikmati jilatan asbak, akan bahwa apa pun perubahan? Jika Anda berkomitmen diri untuk pekerjaan ini? Komitmen dan ketekunan berjalan sei...

Bahasa Kode Wanita

Wanita.. Hal yang jarang sekali Aku tuliskan dalam setiap tulisanku, baik dalam sosial media atau catatan lainnya. Namun kali ini  Aku ingin sampaikan sesuatu tentang wanita. Mengerti atau mencoba mengerti apa perasaaan yang tiba muncul dari relung hati ini. Perasaan yang usang itu muncul kembali. Muncul ketika memang ada suatu hal yang mengalihkanku. Suatu yang penuh dengan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, dan ketentraman. Mungkin ini yang dinamakan Bunga yang sedang bermekaran. Sedikit berlebihan memang namun begitu adanya. Aku tak bisa menafikan apa yang memang sedang dirasakan pemuda yang baru saja menamatkan gelar sarjananya. Wanita itu begitu unik. Namun terkadang membuat kesal apa maksudmu. Hidup dalam ketidakpastian adalah suatu yang membingungkan. Kau tau itu apa?? Bahasa Kode. Aku tak tau apa maksud bahasa kode itu.  Bahasa kode yang aneh-aneh. Kamu para pria mungkin pernah mengalami begitu banyak bahasa kode yang wanita munculkan, dan terkadang membuat b...

Beras Dewi Sri (Dewi Beras Kepercayaan Dulu)

Konsumsi beras bagi saya  menjadi suatu keharusan. Entah karena kebiasaan sedari kecil,  orang tua yang juga mengkonsumsinya, atau perut orang indonesia merasa tidak kenyang jika tidak makan nasi.  Alhamdulillahnya hingga saat ini, beras masih terjual bebas dan juga menjadi kesukaan orang Indonesia, meskipun ada beberapa orang borjuis yang sudah menggantinya dengan roti, atau buah demi menjaga kesehatan mereka yang rentan terserang penyakit kebanyakan karbo.  Beras,, juga menjadi makanan pokok orang jepang. Orang jepang mengolah nasi cukup baik dengan menggabungkannya dengan daging ikan, sayuran, rumput laut bahkan telur salmon. Menjadi salah satu keinginan saya untuk dapat makan nasi khas jepang di negara itu sendiri. Menikmati sakura, menggunakan kimono, tidur dirumah kayu, sepertinya menjadi liburan ekspedisi berburu nasi jepang. Indonesia tidak pernah kalah dengan pengolahan Beras, saya sendiri sudah banyak merasakan begitu banyak kreasi tangan-...