Langsung ke konten utama

Postingan

KARENA IA TERLALU BERHARGA

Sore ini tiba-tiba saya flashback ke masa kecil, 15 tahun yang lalu, bagi saya minuman ini amat bernilai. tegukan kali ini dingin, ia mengalir ke rongga tenggorokan, seakan membawa cerita lawas untuk mengingatkan bahwa waktu itu pernah merasakan bahagia. bahagia yang sama. Pernahkah merasakan sesuatu, atau berkunjung ke suatu tempat dan itu mengingatkan pada satu peristiwa, mungkin de javu, atau  merasakan feel waktu yang sama. itu cukup menyenangkan kah. if happy i think yes,its so funny, you can smile alone,, (lol) but jika menyakitkan maybe to be traumatik, atau mencoba forget it, and diambil pelajarannya. Waktu itu Yakul* adalah minuman yang tidak semua orang bisa membelinya, mungkin bisa dihitung jari yang mampu meminum minuman sehat ini. pagi yang cerah sebelum upacara bendera saat sd, mobil ayam yang menjajakan roti dengan suara sirine yang khas yaitu suara ayam jago, selalu mengusik, karena tidak pernah tepat didepan rumah ia berhenti, hanya bisa melihat dar...

PUJA KESUMA (Putera Jawa Kelahiran Sumatera)

Diskusi menarik malam ini, suasana kantor yang tidak lagi riuh karena aktivitas kerjaan membuat hening, hanya suara lalu lintas kendaraan yang tak pernah berhenti melewati jalur kantor dimana saya bekerja.  Malam ini ada figur karyawan yang biasa kami panggil akang, bukan berasal dari Suku Sunda, karena sudah terbiasa di bandung untuk mereka yang lebih tua dipanggil dengan sapaan Akang, atau AA. Bagi beliau, ketika kita memahami ilmu, apapun itu baik dari Glosarium, Buku yang tebal, rumit dan sebagainya, untuk mengecek akan hal itu adalah dengan memberi penjelasan yang mudah dipahami oleh orang lain, menggunakan bahasa kita sendiri. Intinya kita adalah orang yang menyederhanakan sesuatu yang rumit menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami oleh pendengar kita, apakah itu kawan, murid, atau orang yang sengaja/tidak bertanya akan hal itu. Dan ini berlaku tidak hanya untuk mereka yang belajar sains saja namun ilmu humaniora juga dituntut untuk memahami akan hal ini.  ...

Belajar Membentuk Habbit Tips Ust Felix Y. Siaw

Melatih menulis, memang cukup sulit. Namun jika kita tidak pernah mencoba, ya kita tidak akan meninggalkan catatan yang mungkin bagi kita biasa, namun bagi pembaca itu sesuatu yang mungkin berharga.  Siapa yang tidak mengenal Ust Felix Y.Siaw. Seorang mualaf yang bagi saya cukup berani dalam menyampaikan pendapatnya, berani menyampaikan dakwahnya. semoga Allah berikan keberkahan umurnya.  Kos baru saya, dimana saya menetap saat ini, memiliki banyak sekali buku. Buku-buku ini koleksi dari Mahasiswa ITB yang sudah selesai namun belum sempat untuk membawa barang-barangnya kembali ketempat asalnya.  Karena begitu banyaknya, saya niatkan untuk bisa membacanya, namun hanya wacana yang harus sekuat tenaga untuk diwujudkan, dan baru berhasil pada buku yang pertama saya selesaikan. "How To Master Your Habbit". Buku ini banyak menjelaskan tentang Habbit, kenapa kita harus memiliki habbit, serta bagaimana caranya menciptakan habbit itu. Habbit itu apa?? banyak ...

Terlalu Memaksa

Perasaan itu selalu berubah, seiring dengan bergulirnya waktu. Perasaan itu muncul dengan sendirinya, menetap bahkan mencari selah-selah untuk menanam dirinya dalam relung hati yang jauh kedalam jiwa. Perasaan itu seperti Air, mengalir dari tempat tinggi menuju yang rendah, melalui jalur pori-pori, lubang yang besar, bahkan jalur  tak kasat mata.  Ia bisa menjadi virus sakit, namun bisa menjadi energi yang terus memancarkan kekuatan, memberikan nyawa bagi siapa saja yang menikmatinya, berkembang, bertumbuh bahkan menjadi sebuah simponi rasa.  Perasaan bahagia itu muncul ketika kamu merasakan keguncangan, karena tragedi besar dalam hidup. Asam kehidupan itulah rasa. Ayah ibu, mungkin bisa menjadi energi seseorang, mereka bisa menceritakan betapa sulitnya menjalani kerasnya hidup, bejuang demi tanggung jawab, demi melihat tulang anaknya menjadi keras, hingga berkembang kecerdasannya. Mereka jalani dengan rasa bahagia, meski rintangan harus dilewati karena anak menj...

Beras Dewi Sri (Dewi Beras Kepercayaan Dulu)

Konsumsi beras bagi saya  menjadi suatu keharusan. Entah karena kebiasaan sedari kecil,  orang tua yang juga mengkonsumsinya, atau perut orang indonesia merasa tidak kenyang jika tidak makan nasi.  Alhamdulillahnya hingga saat ini, beras masih terjual bebas dan juga menjadi kesukaan orang Indonesia, meskipun ada beberapa orang borjuis yang sudah menggantinya dengan roti, atau buah demi menjaga kesehatan mereka yang rentan terserang penyakit kebanyakan karbo.  Beras,, juga menjadi makanan pokok orang jepang. Orang jepang mengolah nasi cukup baik dengan menggabungkannya dengan daging ikan, sayuran, rumput laut bahkan telur salmon. Menjadi salah satu keinginan saya untuk dapat makan nasi khas jepang di negara itu sendiri. Menikmati sakura, menggunakan kimono, tidur dirumah kayu, sepertinya menjadi liburan ekspedisi berburu nasi jepang. Indonesia tidak pernah kalah dengan pengolahan Beras, saya sendiri sudah banyak merasakan begitu banyak kreasi tangan-...

Kapasitas Itu !!!

Diskusi apik dipagi hari ini, seseorang ada yang sudah ditakdirkan untuk menjadi kaya, sederhana, dan adapula yang miskin.  Ada sebagian orang menyatakan tidak ada namanya miskin, itu adalah label yang dibuat mereka sendiri. Ia menyatakan Cukup bukan Miskin, terhadap karunia yang Allah berikan kepadanya setiap harinya. Pagi ini diajak sharing tentang Road Map Hidup, sebenarnya ada yang menganggap penting suatu Road Map namun ada juga yang memandang biasa saja. Sebenarnya pentingkah membuat Road Map hidup?? "Gagal Merencanakan sama dengan Merencanakan Kegagalan" perkataan ini cocok untuk mereka yang memiliki pemikiran yang kedepan. Namun, tak semua yang berfikir demikian. Ada yang memandang Hidup hari ini ya Hari Ini, Besok belum tentu. Tidak ada harapan, harapannya adalah hari ini, mengutip perkataan salah satu penulis roman remaja bandung.  Kebingungan memilih itu yang sedang dirasa kawan diskusi saya, namun Orang dikatakan bertanggung jawab adalah ketika ia siap...

Six Pillars of Charakter [Karakter yang Beretika]

Tulisan ini mungkin bisa menjadi referensi untuk saya juga kalian yang memasuki dunia masyarakat, perusahaan dan kehidupan sosial yang lebih luas, " Six Pillars of Charakter" disusun oleh Josepshon Institute of ethics, yaitu enam karakter yang mencerminkan perilaku etis : Dapat Dipercaya, untuk menjadi seorang yang dipercaya kita tidak saja harus bersikap jujur dalam segala aktivitas, namun menjunjung tinggi janji yang telah dibuat dan memiliki integritas untuk menjaganya. Hormat, sikap hormat ini bukan hanya kepada atasan, orang yang lebih tua, namun pada semua orang. Menghormati adalah bentuk menghargai oranglain, baik privasi dan menerima perbedaaan. Termasuk juga menjaga harga diri dan penuh toleransi. Bertanggung Jawab, Sangat tidak etis bila diberikan suatu tanggung jawab kepada kita namun ketika tanggung jawab itu tidak mampu kita laksanakan, kita malah mengkambing hitamkan sesorang. Orang yang etis dia bertanggungjawab dan akuntabel. Begitupun ketika tugas dilim...