Langsung ke konten utama

Postingan

Kesadaran | Gua Pingin Bahas

Akhir pekan ini gua mengalami kondisi badan yang drop, badan terasa lemas, kepala terasa migrain yang berpengaruh untuk aktivitas gua. Secara human, sebenarnya badan itu bisa memberikan signal kepada pikiran kita, bahwa kondisi mulai tidak stabil, diwujudkan dengan suhu badan yang mulai naik, radang, dan sebagainya, tergantung orangnya. Bisa saja signal itu dibaca dan menimbulkan tindakan pencegahan, bisa berupa mengurangi aktivitas yang cukup berat, atau segera mengkonsumsi makanan atau minuman yang sehat, untuk mengembalikan kondisi badan.  Hanya saja, terkadang acuh tak menghiraukan signal itu, larut dalam aktivitas, larut dalam ambisi, dan sebagainya yang manusia inginkan.  Sehingga berujung pada ketidakstabilan tubuh, atau kita mengenal sakit.  Sakit itu nggak asik, sakit itu dalam bahasa bijaknya ya cobaan dari Allah SWT yang lalai dalam meyikapi setiap aktivitasnya. atau bisa saja itu memang ujian yang tuhan berikan agar kita sadar mengerti bahwa apa y...

Inspirasi dari buku Rantau 1 muara (TRILOGI NEGERI 5 MENARA)

Man yazra yahsud : siapa yang menanam dia menuai Innamaal yusri yusra : bersama setiap kesulitan itu ada kemudahan Nasihat konfusius : apa niatku sebenarnya? Jadi wartawan idealis atau hanya sekedar untuk mencari uang? Sebetulnya ujung jalan apa yang ingin aku tuju? Apakah aku berjalan di jalan yang aku inginkan untuk sampai akhiratnya? Apakah aku sedang menjalankan pepatah “Man Sa'ara Ala Darbi Washola” Kalau kau ragu untuk terus jadi wartawan, jangan disini kau hanya buang waktumu percuma. Uda tenaga habis, uang habis, pikiran nggak kaya-kaya pula. Yang utama dari pekerjaan adalah apakah hatiku sejalan dengan pekerjaan, kepuasan batin. Find what you want to do and do it “temukan apa yang ingin kamu lakukan dan lakukan itu” L ove what you are doing “ cintai apa yang kamu lakukan” by Sidney seldhon tentang karirnya di academy of achievement   tahun1990 Resep kesuksesan bekerja menurutnya adalah : ketika kita jatuh cinta dengan apa yang kita kerjakan, s...

KARENA IA TERLALU BERHARGA

Sore ini tiba-tiba saya flashback ke masa kecil, 15 tahun yang lalu, bagi saya minuman ini amat bernilai. tegukan kali ini dingin, ia mengalir ke rongga tenggorokan, seakan membawa cerita lawas untuk mengingatkan bahwa waktu itu pernah merasakan bahagia. bahagia yang sama. Pernahkah merasakan sesuatu, atau berkunjung ke suatu tempat dan itu mengingatkan pada satu peristiwa, mungkin de javu, atau  merasakan feel waktu yang sama. itu cukup menyenangkan kah. if happy i think yes,its so funny, you can smile alone,, (lol) but jika menyakitkan maybe to be traumatik, atau mencoba forget it, and diambil pelajarannya. Waktu itu Yakul* adalah minuman yang tidak semua orang bisa membelinya, mungkin bisa dihitung jari yang mampu meminum minuman sehat ini. pagi yang cerah sebelum upacara bendera saat sd, mobil ayam yang menjajakan roti dengan suara sirine yang khas yaitu suara ayam jago, selalu mengusik, karena tidak pernah tepat didepan rumah ia berhenti, hanya bisa melihat dar...

PUJA KESUMA (Putera Jawa Kelahiran Sumatera)

Diskusi menarik malam ini, suasana kantor yang tidak lagi riuh karena aktivitas kerjaan membuat hening, hanya suara lalu lintas kendaraan yang tak pernah berhenti melewati jalur kantor dimana saya bekerja.  Malam ini ada figur karyawan yang biasa kami panggil akang, bukan berasal dari Suku Sunda, karena sudah terbiasa di bandung untuk mereka yang lebih tua dipanggil dengan sapaan Akang, atau AA. Bagi beliau, ketika kita memahami ilmu, apapun itu baik dari Glosarium, Buku yang tebal, rumit dan sebagainya, untuk mengecek akan hal itu adalah dengan memberi penjelasan yang mudah dipahami oleh orang lain, menggunakan bahasa kita sendiri. Intinya kita adalah orang yang menyederhanakan sesuatu yang rumit menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami oleh pendengar kita, apakah itu kawan, murid, atau orang yang sengaja/tidak bertanya akan hal itu. Dan ini berlaku tidak hanya untuk mereka yang belajar sains saja namun ilmu humaniora juga dituntut untuk memahami akan hal ini.  ...

Belajar Membentuk Habbit Tips Ust Felix Y. Siaw

Melatih menulis, memang cukup sulit. Namun jika kita tidak pernah mencoba, ya kita tidak akan meninggalkan catatan yang mungkin bagi kita biasa, namun bagi pembaca itu sesuatu yang mungkin berharga.  Siapa yang tidak mengenal Ust Felix Y.Siaw. Seorang mualaf yang bagi saya cukup berani dalam menyampaikan pendapatnya, berani menyampaikan dakwahnya. semoga Allah berikan keberkahan umurnya.  Kos baru saya, dimana saya menetap saat ini, memiliki banyak sekali buku. Buku-buku ini koleksi dari Mahasiswa ITB yang sudah selesai namun belum sempat untuk membawa barang-barangnya kembali ketempat asalnya.  Karena begitu banyaknya, saya niatkan untuk bisa membacanya, namun hanya wacana yang harus sekuat tenaga untuk diwujudkan, dan baru berhasil pada buku yang pertama saya selesaikan. "How To Master Your Habbit". Buku ini banyak menjelaskan tentang Habbit, kenapa kita harus memiliki habbit, serta bagaimana caranya menciptakan habbit itu. Habbit itu apa?? banyak ...

Terlalu Memaksa

Perasaan itu selalu berubah, seiring dengan bergulirnya waktu. Perasaan itu muncul dengan sendirinya, menetap bahkan mencari selah-selah untuk menanam dirinya dalam relung hati yang jauh kedalam jiwa. Perasaan itu seperti Air, mengalir dari tempat tinggi menuju yang rendah, melalui jalur pori-pori, lubang yang besar, bahkan jalur  tak kasat mata.  Ia bisa menjadi virus sakit, namun bisa menjadi energi yang terus memancarkan kekuatan, memberikan nyawa bagi siapa saja yang menikmatinya, berkembang, bertumbuh bahkan menjadi sebuah simponi rasa.  Perasaan bahagia itu muncul ketika kamu merasakan keguncangan, karena tragedi besar dalam hidup. Asam kehidupan itulah rasa. Ayah ibu, mungkin bisa menjadi energi seseorang, mereka bisa menceritakan betapa sulitnya menjalani kerasnya hidup, bejuang demi tanggung jawab, demi melihat tulang anaknya menjadi keras, hingga berkembang kecerdasannya. Mereka jalani dengan rasa bahagia, meski rintangan harus dilewati karena anak menj...

Beras Dewi Sri (Dewi Beras Kepercayaan Dulu)

Konsumsi beras bagi saya  menjadi suatu keharusan. Entah karena kebiasaan sedari kecil,  orang tua yang juga mengkonsumsinya, atau perut orang indonesia merasa tidak kenyang jika tidak makan nasi.  Alhamdulillahnya hingga saat ini, beras masih terjual bebas dan juga menjadi kesukaan orang Indonesia, meskipun ada beberapa orang borjuis yang sudah menggantinya dengan roti, atau buah demi menjaga kesehatan mereka yang rentan terserang penyakit kebanyakan karbo.  Beras,, juga menjadi makanan pokok orang jepang. Orang jepang mengolah nasi cukup baik dengan menggabungkannya dengan daging ikan, sayuran, rumput laut bahkan telur salmon. Menjadi salah satu keinginan saya untuk dapat makan nasi khas jepang di negara itu sendiri. Menikmati sakura, menggunakan kimono, tidur dirumah kayu, sepertinya menjadi liburan ekspedisi berburu nasi jepang. Indonesia tidak pernah kalah dengan pengolahan Beras, saya sendiri sudah banyak merasakan begitu banyak kreasi tangan-...